Senin, 03 Maret 2014

INDIKASI DAN KONTRA INDIKASI PENATALAKSANAAN INDUKSI PERSALINAN



Induksi persalinan (induction of labor) ialah suatu tindakan / langkah yang dilakukan untuk memulai suatu persalinan, bisa secara mekanik ataupun secara kimiawi (farmakologik).
Induksi persalinan yang diawali dengan pematangan serviks, akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tanpa pematangan serviks.
Tingkat kematangan serviks dinilai dengan Nilai/Skor Bishop.
Bila pasien telah inpartu, dilakukan percepatan / akselerasi disebut augmentation or acceleration of labor, biasanya hanya dilakukan dengan memberikan obat golongan uterotonika tertentu (misalnya Oksitosin).
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
1. Pasien yang dilakukan induksi persalinan harus dirawat dan diawasi di rumah sakit, artinya tidak lagi diperkenankan rawat jalan atau pulang ke rumah.
2. Pasien yang akan dilakukan induksi persalinan, harus dikaji secara saksama dan menyeluruh dalam beberapa hal di bawah ini :
• Indikasi
• Kontraindikasi
• Syarat – syarat
• Komplikasi.
3. Pemeriksaan penunjang, meliputi :
• Darah dan urine lengkap.
• Kesejahteraan Janin (Fetal Wellbeing): Non Stress Test (NST), Contraction Stress Test (CST), maupun Biophysical Profile (BPP).
• Nilai/Skor Bishop.
4. Selama menjalani induksi persalinan, pasien diawasi secara periodik, bila memungkinkan dengan Continuous Fetal Heart Rate atau Cardiotocography (CTG). Setiap hasil rekaman CTG (NST maupun NST) harus dilaporkan kepada dokter untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti.
Untuk FHR mannual (Doppler atau fetoscope Laennec):
• Setiap 15 – 30 menit pada fase laten.
• Setiap 5 – 10 menit pada fase aktif.
• Setiap usai kontraksi pada kala II.
5. Harus diingat, bahwa induksi persalinan merupakan salah satu upaya untuk melahirkan per vaginam dan samasekali bukanlah suatu sarana atau dalih untuk persalinan per abdominam (SC).
INDIKASI INDUKSI PERSALINAN
• Hipertensi dalam Kehamilan (Eklamsia – Preeklamsia).
• Kehamilan Lewat Waktu (Post – term).
• Pertumbuhan Janin Terhambat/PJT (IUGR = Intra Uterine Growth Retardation).
• Hipertensi Kronik.
• Kematian Janin Intra Uterin.
• Inkompatibilitas Rhesus.
• Amnionitis atau Korio – amnionitis.
• Abrupsio / Solusio Plasenta.
• Diabetes Mellitus.
KONTRAINDIKASI INDUKSI PERSALINAN
• Malpresentasi janin.
• Bekas SC atau operasi uterus lainnya (tidak mutlak).
• Plasenta previa.
• Adanya tumor dinding uterus (seperti mioma uteri).
• Insufisiensi utero – plasenta tipe maligna ataupun gawat janin, atau kesejahteraan janin yang disangsikan (melalui pemeriksaan NST maupun CST).
• Cephalo – Pelvic Dysproportion (CPD).


Sumber :

  1. Prosedur Tetap Obsteri & Ginekologi, Oleh Dr. Chrisdiono M. Achadiat Sp. OG, EGC. 
  2. http://minalove.com/2011/indikasi-dan-kontra-indikasi-penatalaksanaan-induksi-persalinan/


Tidak ada komentar: